Parpol Siap Dukung Minimal 30% Keterwakilan Perempuan di Parlemen 2024

Jakarta (10/12) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mendorong semua pihak, terutama partai politik (parpol) dalam mendukung tercapainya target minimal 30% keterwakilan perempuan di parlemen tahun 2024.

Adapun setelah melalui beberapa kali pertemuan dalam bentuk focus group discussion (FGD), sebanyak 9 (sembilan) parpol telah menyatakan siap berkomitmen untuk mendukung tercapainya target tersebut.

Sembilan parpol itu yakni parpol yang telah lewat ambang batas pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 yaitu PDI-P, Gerindra, Golkar, PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, PAN, dan PPP.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan, dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK Roos Diana Iskandar menegaskan komitmen parpol tersebut sangat penting dan dibutuhkan demi terwujudnya target minimal 30% keterwakilan perempuan di parlemen tahun 2024.

"Kita tentu berharap akan ada langkah konkret dari masing-masing internal parpol dalam memberikan dukungan. Apakah itu melalui kebijakan AD/ART atau pun kegiatan-kegiatannya yang lain," ujar Roos saat mewakili Plt. Deputi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK YB. Satya Sananugraha.

Roos pun mengungkap bahwa dari empat kali pemilu yang sudah dilakukan mulai 2004, 2009, 2014, dan 2019, angka keterwakilan perempuan di parlemen, utamanya di DPR RI masih belum mencapai angka 30% meskipun terdapat kenaikan di dua pemilu terakhir.

Pada Pemilu 2014 sebanyak 97 orang (17,32%) dn sebanyak 118 orang (20,53%) tahun 2019.  Sementara untuk keterwakilan perempuan di DPD telah mencapai target yaitu sebesar 30,99% pada Pemilu 2019 dari sebesar 25,80% tahun 2014.

"Apa yang sudah dinyatakan sebagai komitmen kita bersama kali ini, ke depan akan kita tindak lanjuti dan semoga bisa menjadi bahan masukan dan pendukung atas grand design keterwakilan perempuan di DPR, DPD dan DRD tahun 2020-2029," pungkas Roos.

Pada FGD terakhir pembahasan mengenai kebijakan dan strategi parpol dalam menjalankan roadmap 30% keterwakilan perempuan di parlemen tahun 2024 yang digelar di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Kamis (10/12), hadir narasumber perwakilan beberapa parpol dengan moderator Ketua Umum Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPI) Dwi Septiawati Djafar.

Salah satu narsum, Wakil Ketua Umum Bidang Kesra Partai Gerindra Sumarjati Arjoso menyatakan komitmen parpol untuk menyiapkan caleg perempuan yang berkualitas serta memiliki integritas.

"Mencari calon 30% dari daerah itu tidak semudah yang disebut dalam Undang-Undang. Parpol akan melakukan sosialisasi dan melatih kader-kader perempuan dengan dana banpol," tuturnya.

Demikian pula Anggota DPR RI Fraksi PKB Siti Mukaromah menekankan bahwa perlu kerja keras dan persiapan yang matang untuk pemilihan legislatif tahun 2024. Selain itu, revisi UU No. 7/2017 harus lebih memberikan kesempatan kepada perempuan untuk terlibat di parlemen.

Senada, Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengungkapkan komitmen PAN untuk lebih mendukung keterwakilan perempuan dalam politik, mulai dari tingkat cabang hingga tingkat pusat.

"Di PAN kami sudah membuat kebijakan untuk pengurus harian sekurang-kurangnya 30% perempuan. Tapi ke depan, tentu kami akan memperjuangkan agar caleg perempuan bisa berada di nomor urut 1," tandasnya.

Kontributor Foto:
Reporter: